Showing posts with label Denpasar. Show all posts
Showing posts with label Denpasar. Show all posts

Wednesday, August 6, 2014

Scalar Energy BALINESE

Leave a Comment
like bali blog : saya sendiri bertanya apa itu Scalar Energy ? saya orang awam dan kurang paham dan kurang mengerti tentang Scalar Energy, saya coba mencari lewat media internet tentang Scalar Energy, beberapa artiket saya baca, dan lumayan dapat menambah pengetahuan dari sebelumnya hanya mendengar saja tentang Scalar Energy, berikut kutipan dari media sosial forum tentang pembahasan Scalar Energy


Apa Itu Scalar Energy? Energi Skalar : Energi skalar pada dasarnya sudah ditemukan sejak ratusan tahun oleh seorang fisikawan, yaitu James Clerk Maxwell dan dia menyusun Scalar Energy Theory. Lima puluh tahun kemudian, keberadaan energi skalar dibuktikan oleh Nikolai Tesla. Pada tahun 1920-an, Albert Einstein lebih mengembangkan pengetahuan ini. Secara umum, Nikolai Tesla dianggap sebagai Bapak Gelombang elektromagnetik skalar, kemudian dinamakannya sebagai ”Scalar Energy (energi skalar)” atau energi ”zero point” atau ”Radiant energy”. Energi skalar merupakan pembangun utama materi yang ada di alam semesta yang memiliki pengaruh amat besar dalam menjaga keseimbangan dan koneksi antara materi pengisi alam. Beberapa sifat energi skalar yaitu :
 1.Terbentuk karena interaksi gelombang-gelombang elektromagnetik yang dipancarkan berlawanan arah dengan sudut 180 derajat.
2.Tidak memiliki panjang gelombang namun memiliki medan energi.
3.Tidak menimbulkan radiasi seperti layaknya sebuah gelombang.
4.Tidak dapat diukur dengan alat tradisional gelombang apapun.
5.Telah dikembangkan sebagai energi penyembuh (healing energy)

yang sangat menakjubkan karena mampu memperbaiki berbagai fungsi organ tubuh. Pada studi di Max Plank Institute tahun 1950, Energi Skalar mampu untuk tidak menggumpalkan sel-sel darah. Dan berdasarkan Riset ilmuwan Jerman juga ditemukan bahwa energi skalar dapat meningkatkan sistem imunitas dan endokrin Sebuah artikel yang sangat mendukung pentingnya keberadaan energi skalar bagi kesehatan tubuh yaitu dari Jon Barron, salah seorang ilmuwan Amerika Serikat yang menulis dalam Barron Report (Special report) tahun 2001 dengan judul ”The Energy of Life”

 Manfaat-manfaat dari Energi Skalar :
* Menambah tenaga instant (1 detik bekerja)
* Aktivasi Cakra
* Menyeimbangkan tubuh & pikiran
* Menstabilkan metabolisme tubuh(sistem hormon,imun,dll)
* Membantu menguatkan badan dan antibody tubuh
* Membantu proses perbaikan berbagai macam keluhan di badan (therapy penyembuhan) *Membantu konsentrasi
* Mengatasi Stress
* Membantu kelenturan tubuh(memulihkan kelelahan, mengurangi resiko cedera)
 * Melindungi tubuh dari pengaruh radiasi barang2 elektronik yang membahayakan tubuh
 * Dan masih banyak lagi kegunaan yang lain.

Manfaat-manfaat Bio Energi Skalar untuk kesehatan : Menurunkan radang, meningkatkan anti penggumpalan sel, meningkatkan peredaran darah, meningkatkan sistem imunisasi dan endokrin, meningkatkan gizi sel dan detoksifikasi, meningkatkan daya serap sel, menambah energi, melindungi DNA dari kerusakan, menunda proses penuaan, membantu memerangi sel kanker, memliki kemampuan membasmi virus dan bakteri, menguatkan medan bio tubuh dengan mencegah gelombang elektromagnetik. Dengan menggunakan Pendants dari Bali Bio Energi untuk sekian waktu dapat membantu proses penyembuhan penyakit : -asam urat -darah tinggi -stroke -asma -katarak -rematik -kencing manis -sakit punggung -sakit otot -nyeri sendi -encok -kurang tenaga -rambut rontok -ketagihan alkohol -bermacam penyakit kulit -dll Apa Itu Orgone/Orgonite Energy? Energi Orgone/Orgonite : Orgone adalah perpaduan material sederhana (limbah logam, Kristal, logam, dan fiber) yang menyeimbangkan energi yang ada di alam oleh konversi Energi Negatif menjadi Energi Positif. Orgone merupakan pembersih alami, penyembuh dan sumber energi positif. Orgone adalah nama yang diberikan ilmuwan Wilhelm Reich untuk energi vital yg ada di bumi ini. Energi ini sering disebut Chi atau fifth element (elemen ke lima). Orgone menyerap energi negatif beserta racun-racun kimiawi di sekitar kita, merubahnya menjadi energi positif dan melepaskannya kembali ke atmosfir. Diketahui energi negatif yg tersebar di sekitar kita memberi pengaruh buruk bagi kesehatan dan lingkungan hidup. Energi negatif ini banyak ditimbulkan antara lain dari radiasi elektromagnetis jaringan selular, jaringan listrik, pemancar televisi polusi udara dan juga penyemprotan secara sengaja bahan-bahan kimia ke udara (chemtrails).

semoga bermanfaat , jika ingin memesan scalar Energy dari kami bisa kontak kami di 085237767405 untuk ketersedianya, produk terbatas, terima kasih
Read More

Saturday, September 22, 2012

Uluwatu Tourism Interest in Bali

Leave a Comment
Uluwatu, which is located at the southern tip of Bali island and towards the Indian Ocean, is a charming tourist attractions. What is interesting to see here is a temple that stands firmly upon the rock that juts into the sea to a height of about 50 meters. In the afternoon enjoying the beautiful sunset, you can watch the famous Balinese dance performances up to foreign countries, the Kecak dance. Not only that, for those of you who enjoy learning history, pretending that one is full of historical value. History will be outlined as follows:
In some sources said, about the year 1489 AD came to the island of Bali a purohita, writers and clergy named Danghyang Dwijendra. Danghyang Dwijendra is a Hindu priest, born in Kediri, East Java. Danghyang Dwijendra named at walaka Nirartha. He married a daughter in Daha, East Java. In that place he also studied and in-diksa by-law. Nirartha awarded bhiseka kawikon as Danghyang Dwijendra.

After in-diksa, Danghyang Dwijendra a duty to dharmayatra as one of the requirements kawikon. Dharmayatra should be implemented on the island of Bali, with the addition of a very heavy task of arranging in-law customary and religious life, especially in the island of Bali. If necessary it can be forwarded to dharmayatra Sasak and Sumbawa Island. Danghyang Dwijendra came to the island of Bali, first set foot on the outskirts of the southwestern coast Jembrana for a moment to rest before continuing the journey dharmayatra. Where Danghyang pemutik Dwijendra left (there is also mention pengutik) with shaft (starch) wood rack. Starch wood shelf life and it turned into a tree thrives rack. Until now the leaves are used as a complete wood shelf offerings in Bali. As a memorial and tribute to him, built a temple named Purancak. After holding dharmayatra Sasak and Sumbawa Island, Danghyang Dwijendra heading south western tip of the island of Bali, which is the arid region, full of rocks called the hills. After some time living there, he was getting calls from the Creator to get back amoring acintia Parama moksha. This is where Ida Rauh Wawu (icang eling) with Samaya (promise) himself to return to his home. That's why this place is called Cangeling and gradually became Cengiling until now. Hence, Ida Rauh Wawu ngulati (find) a place deemed safe and appropriate to do Parama moksha. Therefore deemed ineligible, he moved again to another location. In this place, then built a temple called Pura toadstool. The name was derived from the word ngulati. The temple is located in the village of Pecatu. While walking to get a new location deemed eligible for Parama moksha, Ida Rauh Wawu very sad and crying inside her. Why? Because he was not willing to leave this world scale because swadharmanya not felt completely, which organize the Hindu religion in the Sasak and Sumbawa. At this point he mengangis, and built a temple called Pura cry (tears origin of the word). Temple is located in Banjar cry Middle Pecatu Village People. Ida Rauh Wawu have not found a place that is appropriate for Parama moksha. He then came to a place full of big rocks. He felt alone. In this place, and built a temple called Pura Batu Diyi. Also in place is Danghyang Dwijendra feel less safe for Parama moksha. With quite a tiring journey hunger and thirst, he finally arrived at the hills that always gets scorching sun. For the umbrella away, he took a piece of leaf beetles and try to get drinking water. After the tour did not find the source of drinking water, Dwijendra Danghyang finally stuck his stick. Amertha water came out. In this place and built a temple called Pura Umbrella with springs that are used Tirtha means until now. Ida Rauh Wawu then moved again to another location, to amuse themselves before carrying out the seconds back to the origin. In this place and built a temple called Pura Selonding located in Banjar Kangin Pecatu Village People. Once satisfied to entertain themselves, Danghyang Dwijendra feel tired. So he was looking for a place to rest. I was so tired to the point that he was quiet (asleep). In this place and built a temple called Pura Parerepan (parerepan means pasirepan, inn) located in the village of Pecatu. Approaching the final seconds to Parama moksha, Danghyang Dwijendra purify themselves and mulat sarira first. In this place until now there stood a temple called Pura Banjar Pangleburan Kauh located in Pecatu Village People. After purifying himself, he continued his journey to the location of the southwestern tip of Bali. The place consists of rocks of the cliff. When observed from below the sea surface, seem mutually overlapping, shaped head perched atop the cliff rocks, with a height of between 50-100 meters above sea level. Thus called Uluwatu. Ulu meaning the head and Watu meaning stone. Before Danghyang Dwijendra Parama moksha, he called the boat skipper who had taken her from Sumbawa to Bali. Boat skipper named Ki Pacek Nambangan boat. The Pandita asked for help to skipper a boat carrying clothing and stick to his fourth wife in Puri Sakti pasraman in Banjar Pule Mas, Mas Village, Ubud, Gianyar. Clothes in the form of pale green silk robe and a wooden stick. After Ki Pacek Nambangan boat headed pasraman Danghyang Dwijendra in Mas, Ida Rauh Wawu soon to a big rock on the east heap stones former kingdom relic temple Sri Wira Dalem Kesari. On top of that rock, Ida Rauh Wawu mengranasika yoga, like a dagger off was so urangka, disappeared without a trace, amoring acintia Parama moksha. Additionally at Uluwatu beach area with large waves is very challenging to surf sports lovers. Each year the event is always held at the international level adjacent seputaran Uluwatu beach.(e-kuta)
Read More

Sunday, June 10, 2012

Taman Budaya Arts Centre

Leave a Comment

Berikut informasi tentang tempat/objek wisata di Bali :: objek wisata Arts Centre (Taman Budaya), Bali. Taman Werdhi Budaya Arts Centre yang terletak di Jalan Nusa Indah Denpasar merupakan salah satu tempat terluas dan paling komplek untuk pergelaran budaya di Bali dimana setiap tahunnya Pesta Kesenia Bali dilaksanakan di tempat ini. Objek wisata ini memiliki tempat yang sangat strategis dan sejuk. Art Center memiliki luas ± 14 hektar. Tempat ini sangat terawat dan indah.
Pada pokoknya kawasan Taman Budaya yang dibelah sebuah sungai dari timur ke barat ini dibagi dalam 4 komplek :
1. Komplek Suci meliputi Pura Taman Beji, Bale Selonding, Bale Pepaosan, dll.
2. Komplek tenang meliputi Perpustakaan Widya Kusuma
3. Komplek setengah ramai meliputi Gedung Pameran Mahudara, Gedung Kriya, Studio Patung, Wisma Seni dan Wantilan
4. Komplek ramai meliputi Panggung Terbuka Ardha Candra dan Panggung tertutup Ksirarnawa (keduanya berada di Selatan Sungai)

Lokasi
Ardha Chandra atau dikenal sebagai Art Center dalam Bahasa Indonesia adalah Taman Budaya yang terletak di Kecamatan Kesiman, Kota Denpasar. Lebih tepatnya berada di ujung selatan jalan Nusa Indah Timur kota Denpasar. Tiga akses dapat diambil untuk menjangkau daerah tersebut, satu dari Sanur mengambil Jalan Hang Tuah dari mana mobil yang lebih besar bisa masuk, atau dari perempatan Jalan Gianyar dan Gatot Subroto yang lebih baik untuk mendapatkan dengan lalu lintas yang mengalir sudah sesuai seperti di Indonesia termasuk garis Bali adalah di sebelah kiri. Akses ketiga adalah dari kota Denpasar barat yang banyak jalan tersedia, tetapi semua sulit karena lalu lintas padat, Hanya mobil yang lebih kecil seperti taksi atau mini van disarankan untuk mengakses pusat seni dari barat. Secara geografis hari ini Ardha chandra terlihat berbaring di pusat kota Denpasar, karena perluasan dari timur Denpasar timur jauh, sampai ke perbatasan dengan Kabupaten Gianyar, jarak lebih dari 5 km sebelah timur dan dengan pembukaan jalan pantai ke timur Bali perluasan kota ini bahkan lebih ke timur sepanjang jalan. Sebelum 2000 tari Kecak dipresentasikan di salah satu sudut Ardha chandra, dan karena kesulitan untuk bus besar maka penyelenggara tarian pindah panggung ke tempat baru hanya di sisi kanan jalan utama dari Sanur untuk Kesiman.

Ardha Chandra Art Center atau
Taman Budaya Art Center atau arsitektur adalah sebuah komplek bangunan dengan tanda utama dari sebuah panggung terbuka besar. Dirancang oleh seorang arsitek tradisional Bali Ida Bagus Pugur, dibuka untuk umum pada tahun 1973. Selain panggung terbuka tradisional ada banyak bangunan dan gedung dibangun pada arsitektur Bali dengan hiasan terbaik. Bangunan-bangunan ini terdiri dari dua jenis, satu jenis untuk pameran tetap dan yang lain untuk pameran musiman, khususnya selama Festival Kesenian Bali Juni setiap tahun. Dua bangunan dengan arsitektur Bali terbaik adalah untuk pameran permanen di mana orang dapat melihat berbagai seni Bali dari fasilitas atau tokoh tari, ukiran, seni pakaian, lukisan, dan lainnya. Selama Bali festival seni bangunan keseluruhan ar diajukan dengan pameran dari semua jenis produk, produk seni tidak hanya tetapi juga sejarah, buku, kebutuhan sehari-hari, produk kreatif, pemerintah departemen dengan tugas dan lain-lain. Situasi ramai nyata selama satu bulan dari pesta itu. Kegiatan pada tahap terbuka bahkan lebih hidup, sesuai jadwal menunjukkan kehidupan hadir wakil-wakil mereka dari tari tradisional atau drama atau pantomim dari Bali, provinsi lain di Indonesia dan peserta asing. Loyal asing peserta sejauh seperti India, Thailand, Amerika Serikat, Perancis, Australia, Jepang, dan Korea. Negara baru seperti Vietnam dan Kamboja juga aktif berpartisipasi. Saat menarik mot adalah selama pembukaan festival seni, yang selalu dimulai dari Puputan Kota persegi dengan prosesi tarian, musik, dekorasi, seni marshal dan lainnya, finishing di Renon kota persegi di mana pejabat tinggi diundang dan pejabat asing menunggu di set up sementara paviliun tradisional Bali dengan atap jerami. Sepanjang jalan prosesi yang terdiri dari berbagai artis menunjukkan tindakan mereka atau menari mengejar ketinggalan dengan stasiun TV atau wartawan. Prosesi biasanya dimulai pukul 9 malam dan selesai jam 12 siang untuk menandai dimulainya sebuah festival seni bulan panjang. Mata pencaharian situasi dapat dilihat baik di pameran dan pada panggung terbuka mulai dari malam upacara pembukaan dengan prosesi. Setiap sore atau malam telah dijadwalkan pergantian masing-masing perwakilan untuk mempresentasikan pertunjukan mereka yang biasanya telah dikonfirmasi lama sebelum acara. Pada siang hari panggung terbuka juga tidak selalu beristirahat, tetapi beberapa kali sekolah atau universitas akan isi dengan banyak kegiatan seperti band pakai tabung, drama atau kegiatan seni lainnya mereka dapat hadir. Selain acara yang normal ada juga semacam kompetisi antara musik tradisional Bali yang sama seperti Gong, dan pemenang akan diberikan apresiasi. Semua jadwal kegiatan dapat ditemukan di kantor Dinas Kebudayaan di Renon Denpasar. Sangat disayangkan bahwa Dinas Kebudayan Provinsi Bali masih belum berkembang meskipun fakta dari teknologi modern yang sudah tersedia secara bebas di Bali dengan harga murah. Situasi ini membuat informasi tentang Bali Art Festival belum dikenal luas oleh masyarakat. Meskipun orang tahu bahwa festival seni ini diselenggarakan secara rutin setiap tahun selama bulan Juni, tetapi informasi rinci tentang jadwal kegiatan adalah sulit ditemukan. Mungkin kurangnya manajer profesional atau staf yang telah membuat pekerjaan besar ini tidak pernah dikenal oleh sebagian besar pengunjung ke Bali dan bahkan oleh penyelenggara tur. Jika situasi ini terus berlanjut penulis yang khawatir bahwa selama krisis ekonomi ketika pemerintah tidak bisa mendukung dana maka festival akan dihentikan dan menjadi lelucon negara lain atau bahkan mereka yang tidak menyukai Bali mendapatkan kemajuan. Tamu terlalu banyak selama tur kota Denpasar mengungkapkan niat mereka untuk datang ke Bali selama festival seni jika mereka tahu apa yang harus melihat pada masa mereka menginap di Bali dan apa artinya untuk rakyat. Pemandu wisata tidak pernah bisa menjelaskan informasi yang benar, sebagai informasi tidak tersedia. Jadi, ketika sebuah organisasi tur mengunjungi kota Denpasar tur, meskipun juga termasuk berhenti di Art Center, hanya mengunjungi arsitektur dan pameran permanen yang pada dasarnya sama dan dapat ditemukan di luar kompleks. Sebuah harapan besar bahwa Dinas Kebudayaan Bali akan mengerti peran mereka dalam membuat festival seni tidak hanya pekerjaan administratif, tetapi juga promosi untuk Bali atau Indonesia pada umumnya, yang ada orang yang tahu tentang budaya, jadi jangan menyalahkan negara manapun di masa depan mungkin mengklaim aspek budaya Indonesia sebagai produksi hak mereka copy hanya karena Indonesia gagal untuk memberitahu orang
Read More

Sunday, November 20, 2011

lunar eclipse

1 comment
I saw the lunar eclipse on June 16, 2011 at 03:00
Bali Denpasar. with a simple camera and not professional I strive to capture the lunar eclipse, which is clearly visible from the front porch, This is the best photo, I get deri results are not profetional camera, and I could feel the satisfaction of watching and have a collection of photos from my hand camera 
Just share photo colection like bali
Read More